CEK KESEHATAN GRATIS (CKG) DI POSYANDU DAHLIA DESA TANGGEAU, WUJUD PEDULI KESEHATAN WARGA DESA

  • Nov 14, 2025
  • SELAMET KURNIAWAN RIANDINATA
  • KESEHATAN, TANGGEAU

Tanggeau, 14 November 2025 — Semangat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus tumbuh di Desa Tanggeau, Kecamatan Polinggona yang berada di pelosok daerah Kabupaten Kolaka. Melalui kegiatan rutin Posyandu Prima, warga Desa Tanggeau menikmati layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan setiap tanggal 14 setiap bulan di Gedung Posyandu Dahlia, Jalan Poros Desa Tanggeau, Dusun IV Mekar Sari.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di Desa Tanggeau merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pelayanan kesehatan gratis sebagai salah satu dari lima program unggulan nasional. Pelaksanaan program ini diperkuat melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun yang menjadi dasar penerapan PKG Ulang Tahun, PKG Sekolah, dan PKG Khusus.

Dengan adanya regulasi tersebut, kegiatan CKG yang dilakukan di tingkat desa termasuk di Posyandu Dahlia sejalan dengan kebijakan nasional untuk memperluas layanan kesehatan preventif hingga ke wilayah terpencil seperti Desa Tanggeau.

Kegiatan Posyandu Dahlia Tanggeau juga telah mulai menerapkan pendekatan Posyandu Prima, yaitu model posyandu yang diperkuat dan dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer. Posyandu Prima mengintegrasikan layanan promotif, preventif, dan kuratif dasar, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih komprehensif dalam satu kunjungan—mulai dari pemantauan tumbuh kembang, deteksi dini penyakit, hingga konseling gizi dan pemeriksaan kesehatan dasar.

Di Desa Tanggeau, prinsip Posyandu Prima diwujudkan melalui layanan pemeriksaan tensi, pemeriksaan darah sederhana, gizi keluarga, edukasi kesehatan, serta pemantauan kesehatan seluruh kelompok usia oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Polinggona.

Kegiatan dipimpin oleh Ketua Kader Posyandu, Sumarni, bersama tujuh kader aktif yang melayani berbagai kelompok masyarakat mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, remaja, hingga lansia. Layanan mencakup penimbangan balita, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran tinggi dan berat badan, PMT, serta penyuluhan gizi.

Desa Tanggeau merupakan salah satu desa terluar di Kecamatan Polinggona dengan akses jalan yang kurang memadai. Meski demikian, tenaga kesehatan dari Puskesmas Polinggona tetap hadir dengan penuh dedikasi, menempuh medan sulit demi memastikan layanan tetap berjalan. Warga pun sangat antusias mengikuti kegiatan.

Pada kegiatan hari ini, Posyandu prima melayani 41 balita, 25 ibu menyusui, 5 ibu hamil, serta 52 lansia dan pra lansia. Pemantauan gizi menunjukkan 2 balita memiliki tinggi badan tidak sesuai usia, dan tidak ditemukan kasus stunting.

Ketua Kader Posyandu, Sumarni, menyampaikan bahwa partisipasi warga sangat tinggi. “Alhamdulillah, balita dan ibu hamil serta menyusui hadir 100%. Lansia dan pra lansia juga sangat antusias.”

Kepala Desa Tanggeau, Susanto, menjelaskan dukungan Dana Desa untuk menunjang program kesehatan masyarakat. “Dana Desa kami alokasikan untuk PMT berbagai kelompok serta pengadaan alat kesehatan dengan total anggaran Rp9.900.000.”

Bidan Lina Kartika, S.Kep, selaku Bidan Gemari Desa Tanggeau, menuturkan bahwa kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencakup pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan gigi, serta tindak lanjut bagi warga yang memiliki keluhan kesehatan. “Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyakit yang paling dominan dialami oleh lansia dan pra lansia di Desa Tanggeau adalah hipertensi. Bagi warga yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan, kami berikan penanganan lanjutan berupa obat dan saran medis agar segera pulih,” ungkap Lina.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Puskesmas Polinggona, dr. H. Armayanti, S.Ked. menjelaskan bahwa Puskesmas turut berkontribusi langsung dalam kegiatan Posyandu dengan memberikan berbagai pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Kami memberikan pelayanan berupa pemeriksaan kesehatan untuk ibu hamil, bayi dan balita, remaja, lansia dan pra lansia, serta imunisasi bagi bayi dan balita sesuai jadwal, pemberian obat, dan penyuluhan kesehatan. Untuk kegiatan Cek Kesehatan Gratis di puskesmas, fasilitasnya lebih lengkap, karena di luar puskesmas terkadang alat seperti strip pemeriksaan darah bisa habis. Pemeriksaan gigi juga hanya dapat dilakukan oleh dokter gigi. Namun secara umum, kolaborasi antara puskesmas, pemerintah desa, kader posyandu, dan masyarakat Desa Tanggeau sudah berjalan sangat baik,” jelas dr. Armayanti.

Kegiatan CKG dan Posyandu Dahlia menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun kesadaran pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dengan dukungan Dana Desa dan partisipasi aktif warga, layanan kesehatan kini semakin mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Melalui semangat kebersamaan dan kepedulian, Posyandu Dahlia Desa Tanggeau membuktikan bahwa desa sehat dimulai dari masyarakat yang peduli dan saling menjaga. Inisiatif lokal ini menjadi bukti bahwa dengan dukungan pemerintah dan gotong royong warga, peningkatan derajat kesehatan masyarakat bukan sekadar harapan, tetapi kenyataan yang dapat diwujudkan.

#ArtikelKIMFEST2025 #KIMGCTTanggeau #PosyanduDahlia #PosyanduPrima #DesaTanggeau #CekKesehatanGratis #DanaDesaUntukKesehatan #KesehatanMasyarakat #GotongRoyongDesa #PuskesmasPolinggona #KIMFest2025