HUJAN DERAS LEBIH DARI LIMA JAM SEBABKAN BANJIR DAN PUTUSNYA AKSES JALAN DI DESA PUUDONGI

  • Oct 27, 2025
  • SELAMET KURNIAWAN RIANDINATA
  • POLINGGONA, LINGKUNGAN, SOSIAL

Puudongi - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Polinggona selama lebih dari lima jam pada Senin, 27 Oktober 2025, menyebabkan banjir di Desa Puudongi. Genangan air melanda pemukiman warga dan sejumlah ruas jalan, termasuk akses utama yang menghubungkan Desa Tanggeau dengan Polinggona, sehingga jalur tersebut sempat terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Banjir yang terjadi pada sore hari itu disebabkan oleh tingginya intensitas curah hujan serta meluapnya beberapa saluran air dan anak sungai di sekitar wilayah desa. Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai lutut hingga pinggang orang dewasa, sehingga warga harus siaga untuk mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

Kepala Desa Puudongi, Haddade, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan salah satu yang cukup parah dalam tahun 2025.

“Hujan turun sejak siang hingga malam tanpa henti. Air dari dataran tinggi langsung mengalir ke pemukiman warga dan menyebabkan beberapa rumah terendam. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pihak terkait untuk melakukan penanganan darurat,” jelasnya.

Banjir juga mengakibatkan aktivitas warga terganggu, terutama dalam hal mobilitas antar desa. Warga berharap agar pemerintah daerah segera melakukan langkah penanganan, terutama pada perbaikan drainase dan normalisasi saluran air untuk mencegah banjir berulang.

Sementara itu, Camat Polinggona, Kosasih, S.Pd., M.AP., menyampaikan bahwa tim kecamatan bersama aparat desa telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi terdampak banjir.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk mengevakuasi warga jika diperlukan. Desa Puudongi memang termasuk wilayah rawan banjir setiap kali hujan deras turun dalam waktu lama,” ungkapnya.

Hingga Selasa pagi, air mulai surut di beberapa titik, namun sejumlah rumah dan jalan masih tergenang. Pemerintah kecamatan mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah Polinggona masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.