PHBI DESA TANGGEAU PERINGATI HARI ASYURA DENGAN MELAKSANAKAN PENGAJIAN UMUM DAN SANTUNAN ANAK YATIM
- Jul 16, 2024
- SELAMET KURNIAWAN RIANDINATA
- AGAMA, SOSIAL, TANGGEAU
Tanggeau - Telah berlangsung Peringatan Hari Asyura oleh PHBI Desa Tanggeau di Masjid Jami' Nurul Iman Desa Tanggeau pada Senin (15/07).
Hari Asyura merupakan salah satu hari penting dalam ajaran umat Islam. Hari Asyura diperingati setiap tanggal 10 Muharam dalam kalender Hijriah (H). Tahun ini bertepatan pada hari Senin malam Selasa kalender Masehi.
Pengurus Hari-Hari Besar Islam (PHBI) Desa Tanggeau memperingatinya dengan mengadakan pengajian umum dan santunan anak yatim yang di Desa Tanggeau. Ketua PHBI Desa Tanggeau Bapak M.Sodiq menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat berjalan dengan rutin dan santunan yang diberikan dapat bermanfaat bagi anak yatim. Selain itu, ucapan terima kasih kepada masyarakat yang sudah membantu demi kelancaran acara tersebut.
Bertindak sebagai Penceramah yaitu Pengasuh Majelis Ta'lim KH. Moh. Said, Ustadz Ibnu Jarir Bisri. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Desa Tanggeau, Bapak Susanto dan Babinsa Desa Tanggeau, Bapak Serka Hendrik. Dalam sambutannya, Bapak Susanto menghimbau agar masyarakat tetap menjaga kerukunan masyarakat dan kebersihan lingkungan.
Sejarah awalnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa Asyura ketika masih berada di Makkah, dan pada saat itu beliau tidak memerintahkan yang lain untuk melakukannya. Namun, ketika beliau tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi melaksanakan puasa Asyura dan memuliakan hari tersebut. Maka, beliau pun ikut berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk melakukannya. Puasa Asyura diwajibkan pada masa itu, namun setelah diwajibkannya puasa Ramadhan, puasa Asyura berubah menjadi sunnah mu’akkad (sunnah yang sangat ditekankan), dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak lagi memerintahkan secara khusus untuk melaksanakannya.
Ibnu ’Umar -radhiyallahu ’anhuma- mengatakan,
أَنَّ أَهْلَ الْجَاهِلِيَّةِ كَانُوا يَصُومُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- صَامَهُ وَالْمُسْلِمُونَ قَبْلَ أَنْ يُفْتَرَضَ رَمَضَانُ فَلَمَّا افْتُرِضَ رَمَضَانُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ عَاشُورَاءَ يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ.
“Sesungguhnya orang-orang Jahiliyah biasa melakukan puasa pada hari ’Asyura. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pun melakukan puasa tersebut sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan, begitu pula kaum muslimin saat itu. Tatkala Ramadhan diwajibkan, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mengatakan: Sesungguhnya hari Asyura adalah hari di antara hari-hari Allah. Barangsiapa yang ingin berpuasa, silakan berpuasa. Barangsiapa meninggalkannya juga silakan.”